{ 23 komentar }

Blackberry Mengancam Keamanan Negara

Negara bagian timur tengah, khususnya Uni Emirat Arab (UAE) selama ini telah secara aktif menyensor konten situs web dan berbagai media lain yang dianggap membahayakan keamanan nasionalnya. Kali ini negara Uni Emirat Arab tersebut juga melakukannya terhadap salah satu ponsel bisnis laris manis, BlackBerry. Pemerintah Arab berkeinginan untuk mengakses informasi terenkripsi yang ditransfer antara server RIM dan jaringan nirkabel, tujuannya jelas untuk memantau dan memonitor komunikasi.
Sebelumnya salah satu operator besar di Uni Emirat Arab juga ketahuan secara implisit menyuruh pengguna BlackBerry untuk menginstall software yang dapat membuat pihak lain untuk mengakses perangkatnya.
UAE sendiri memiliki alasan untuk melakukan ini, ponsel besutan RIM ini telah diklasifikasi sebagai ponsel yang penggunaannya dapat mengancam masalah keamanan nasional. BlackBerry juga disebut-sebut telah beroperasi melebihi yuridiksi hukum nasional yang ditetapkan dan terbuka untuk disalahgunakan. Selain BlackBerry juga terdapat beberapa ponsel lain yang sudah di monitor oleh pemerintah Uni Emirat Arab.
Apakah RIM akan mengizinkannya? Berharap saja hal ini tidak menjadi besar seperti yang pernah dialami Google dengan Pemerintah Cina. Cukup beralasan bila Uni Emirat Arab ingin melindungi negaranya namun bila diizinkan untuk mengakses informasi terenkripisi sepertinya semakin berbahaya karena pihak tertentu dapat mengaksesnya, sedangkan pasti ada tujuannya bila informasi tersebut di enkripsi.
Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan untuk mengikuti langkah yang diambil Arab Saudi yang menghentikan layanan BlackBerry di negeri tersebut.
Gatot S Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi Kementerian Kominfo menyebutkan, pemerintah menghendaki agar RIM menyiapkan server lokal. Tujuannya agar informasi yang terkirim melalui Blackberry tidak harus melibatkan perantara RIM di Kanada.
"Kami tidak tahu apakah data yang dikirim melalui BlackBerry dapat disadap atau dibaca oleh pihak ketiga di luar negeri," ucap Gatot.
Menanggapi kemungkinan pemerintah akan melakukan pemblokiran seperti yang dilakukan oleh Arab Saudi, Febriati Nadhira, Head of Corporate Communication XL Axiata menyebutkan pihaknya belum menerima pemberitahuan apapun dari regulator.
"Kami belum menerima pemberitahuan mengenai hal ini dari pemerintah, namun pada prinsipnya kami selaku operator akan tunduk pada peraturan yang ditetapkan oleh regulator," kata Ira, dalam pesan singkatnya pada VIVAnews, 5 Agustus 2010.
Meski demikian, Ira menyebutkan, pihaknya menghimbau agar masalah pemblokiran akses BlackBerry ini sebaiknya mempertimbangkan kemampuan teknologi dan menyeimbangkan dengan kepentingan-kepentingan lainnya. "Selain itu, kami mengharapkan juga agar pemerintah semakin aktif mengkampanyekan internet sehat," ucap Ira.
Seperti diketahui, pemblokiran dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk menekan Research In Motion agar memberikan akses lebih besar terhadap data dari pengguna BlackBerry terhadap pemerintah suatu negara.
Pasalnya, pemerintah tidak bisa mengetahui apakah pengguna mengirimkan data atau informasi yang sifatnya penting atau rahasia dan berpotensi membahayakan negara lewat jaringan BlackBerry. (hs) Bagikan artikel ini pada tombol dibawah ini.



Artikel Terkait:

{ 23 Komentar, dibacaya }

Sungai Awan said...

Mengerikan juga kawand apabila ponsel seperti blackberry ini jika mengancam dalam skala besar yaitu suatu negara.

Benar juga negara Arab Saudi merasa khawatir akan hal ini.
Tapi perlu dibuktikan lebih lanjut kawand, apakah kehadiran blackberry ini bisa di sadap oleh pihak ketiga.

Yang jelas sebagai persiapan tidak ada salahnya sebelum kejadian.
Ambil tindakan pengamanan lah seperlunya.
Sada menyadap bikin pengguna handset merasa was-was dan tidak nyaman memakainya.

Akankah hal itu akan terjadi di Indonesia ya.
Oh tidaak...mudah2an jangan saja.
Tapi tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi.
So waspadalah waspadalah wahai pengguna hp.
Suwun

Miftahgeek said...

Emang kudu hati2 ama teknologi yang justru jadi senjata makan tuan. Gimana dengan Indonesia? :)

ariefborneo said...

Teknologi sekarang makin canggih tpi makin banyak jga dampak negatif nya...untung ane ga pake BB sob..hehe

Ryan Blog said...

iya. Memang harus pk server sndiri. Kalo gak, bsa2 rahasia negara kebongkar. Saya pikir bukan BB aja, vendor lain sprti nokia jg pasti memasang semacam hardware pengintai di hp nya. Ya taulah negara adidaya.

Tp saya rasa pemerintah gak peduli dgn itu smua. Pemerintah lbih pduli dgn uang.

Kian said...

Waah, bahaya juga yaa, heu.heu
mudah-mudah'an cpet ada jalan keluarnya deh,,,

Unknown said...

salam sahabat
lha iya padahal cuma alat komunikasi seperti itu ya kok bisa..bahkan di united arab sudah ditutup..oh iya lam kenal ndah saya follow kalo sedia follow balik n good luck

Mixed Fresh Info said...

untung ga punya bb, mending pake hape jadul, hehehe

Sungai Awan said...

Pemblokiran dengan tujuan yang baik dan mulia why not...
Ya okelah untuk dijalankan kan tujuannya baik Si Pemerintah Arab Saudi ini, meski banyak juga yang menetangnya.

Aku harap hal pemblokiran ini sudah dipikirkan dampak dan akibat ytang timbul di kemudian hari.
Jangan sampai sudah membuat keputusan eh...jika ada masalah dibelakang kok malah di diamkan saja.

Berita yang bermanfaat kawand, aku senang dengar informasi ini karena ya belum pernah dengar info ini he3...
Selamat malam selamat beraktifitas

attayaya said...

terjadi karena semua pemerintah tidak punya hak masuk ke data center yang bisa digunakan untuk hal2 yang tidak diinginkan.

Anonymous said...

Arab saudi saja berani mengambil keputusan bila memang pada kenyataanny dapat merugikan negara..

udah lahh skak aja pak SBY GPL

Sungai Awan said...

Happy sunday mas Arie

ali said...

duh ngeri juga ya

Sungai Awan said...

Blackberry bikin ngeri saja.
Hepi weekend kawand

Umy Diary said...

umy berkunjung,,,,,

Sungai Awan said...

Kita harus siap2 teror ni kawand

Sungai Awan said...

Selamat berbuka puasa kawand

Sungai Awan said...

Blackberry mulai banyak yang ndak suka kawand diantara teman2ku

Sungai Awan said...

Selamat bersantap sahur kawand

Mas000 said...

bisa gawaat tuh
tapi maju terus indonesia :iloveindonesia:

Unknown said...

belom ada yang ngirimi parcel blackberry ....

Nikmatnya Hidup said...

allo sahabat, met lebaran n mohon maaf lahir batin :)

Unknown said...

untung kemarin mau beli BB gak jadi,.,.

Anonymous said...

Untung ga punya bb

Silahkan berkomentar Ya..

Bagaimana postingan kali ini? Apakah anda ingin menambahkan?
Berikan pendapat anda!!!